Sambut Ramadhan 2024, Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Gandeng MTP IPHI dan FKMTI Bali mengggelar Tarhib Ramadhan


DENPASAR, MUI BALI – Menyambut Ramadhan 1445 H , Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Provinsi Bali bekerjasama dengan Majlis Taklim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (KTP IPHI) Provinsi Bali dan Forum Kerjasama Majelis Taklim (FKMTI) Provinsi Bali menggelar Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan pada Hari Minggu, 25 Februari 2024 bertempat di Masjid An-Nur Denpasar.

Tarhib dengan tema, Bila ini Ramadhan Terakhirku , dihadiri oleh perwakilan ormas Islam wanita tingkat provinsi dan Majelis Taklim Se – Kota Denpasar sejumlah 200 orang dengan narasumber Ustadz H. Faisal Hidayat, S.Pd. BA.

 

Hajah Rahmani Sidik selaku Ketua PRK MUI Bali dalam sambutannya menyampaikan latarbelakang  kegiatan ini dilaksanakan  yaitu agar rasa syukur yang mendalam karena dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh ampunan dan barokah menjadi lebih bermakna ketika menganggapnya sebagai ramadhan terakhir yang kita akan jalani.

“Kita perlu mengingat saudara-saudara kita yang lebih dulu kembali ke hadapan Allah SWT, sehingga tidak dapat bertemu dengan bulan suci penuh rahmat ini, jadi (perjumpaan) ini harus kita syukuri bersama, sebab jika tidak maka ramadhan ini jadi tidak bermakna” ujar Rahmani.

 

Kegiatan ini merupakan kegiatan menyambut Ramadhan yang rutin digelar dan bertujuan untuk memberikan bekal ilmu tentang bulan ramadhan terhadap Ibu-ibu ormas Islam maupun Ibu-ibu anggota majelis taklim .

 

Ustadz Faisal dalam materinya menyampaikan bahwa ramadhan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan tujuan utama Ramadhan yaitu menjadikan kita sebagai muslim yang bertaqwa

“Persiapan  Fikriyah (ilmu), jasadiyah ( fisik) dan juga maaliyah (harta yang diinfaqkan) serta doa menyambut Ramadhan hendaknya menjadi prioritas persiapan ,” ujar Ustadz Faishal.

Ustadz Faishal menyoroti bagaimana umat Islam baru tersadarkan tentang makna Ramadhan justru di saat hari-hari terakhir menjelang berakhirnya bulan mulia tersebut. Untuk itu bliau berharap dengan merenungi dan memaknai  tahun ini sebagai ramadhan terakhir maka menjadikan momentum perubahan dalam diri dan mempersiapkan dengan lebih baik lagi dari ramadhan sebelumnya. Oleh karena itu kita harus meningkatkan kualitas ibadah kita.

Salah seorang peserta yang hadir, Yunanistya dari FKMTI Bali menyampaikan bahwa materi bermanfaat atas tausiyah yang disampaikan dan menjadikan semangat dalam menyambut ramadhan tahun ini.

Lili Anita Baliani dari Komisi Dakwah MUI Bali menyampaikan bahwa acaranya bagus dan mengingatkan kita agar selalu ingat akan kematian. “Orang yg paling cerdas adalah org yg banyak mengingat kematian dan mempersiapkan bekal yg sebaik-baiknya,” jelasnya .

Di penghujung acara, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh ustadz Faishal dan pembagian hadiah bagi peserta yang hadir . (anis yuna/prk)